Kekerasan terhadap Tokoh Perempuan dalam Novel “Lebih Putih Dariku” Karya Dido Michielsen

  • Sabila R
  • Nuryanto T
  • Widianti N
N/ACitations
Citations of this article
11Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Studi ini bertujuan menguraikan dan menggali pengalaman kekerasan yang dialami oleh karakter perempuan dalam novel “Lebih Putih Dariku” karya Dido Michielsen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan bantuan teori feminisme postkolonialisme teori Spivakdan konsep kekerasan Johan Galtung. Data diperoleh melalui studi pustaka dengan metode membaca dan mencatat secara intensif, serta pengecekan data secara berlapis untuk memvalidasi hasil. Hasil penelitian mengidentifikasi 32 karakter perempuan dalam novel ini mengalami berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan langsung, struktural, dan kultural. Kekerasan langsung meliputi aspek fisik, verbal, dan seksual; kekerasan struktural mencakup dimensi sosial, ekonomi, dan politik; dan kekerasan kultural merujuk pada aspek agama, seni, bahasa, dan ideologi. Kekerasan langsung menjadi bentuk yang paling sering dialami, dipicu oleh struktur sosial feodal dan kolonial di Hindia Belandaabad 19. Penelitian ini memberikan wawasan lebih mendalam tentang representasi kekerasan terhadap perempuan dalam sastra, serta berkontribusi terhadap pemahaman teori feminisme dan pentingnya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dalam konteks sejarah dan sastra.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sabila, R., Nuryanto, T., & Widianti, N. (2025). Kekerasan terhadap Tokoh Perempuan dalam Novel “Lebih Putih Dariku” Karya Dido Michielsen. Equalita: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 7(2), 291. https://doi.org/10.24235/equalita.v7i2.17187

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free