Abstract
Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) biasanya ditanam secara monokultur dengan jarak tanam yang lebar, yang merangsang pertumbuhan gulma di sekitar jagung. Pengelolaan gulma sebagian besar dilakukan dengan menggunakan bahan kimia, yang dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu teknik untuk mengurangi dampak negatif tersebut adalah dengan sistem tumpang sari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman gulma dan keefektifan kacang-kacangan dalam menekan pertumbuhan gulma pada sistem tumpangsari. Percobaan dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari lima jenis kacang-kacangan: kacang tanah, kedelai, kacang merah, kacang tunggak, dan kacang hijau. Kontrol terdiri dari monokultur jagung manis dan kacang-kacangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 33 jenis gulma hadir dalam sistem tumpang sari, dengan spesies yang dominan adalah Cyperus rotundus, Cynodon dactylon, Physalis angulata, dan Phyllanthus niruri. Tumpangsari dengan semua jenis kacang-kacangan dan jagung manis dapat menekan pertumbuhan gulma tanpa mengurangi hasil panen jagung manis. Tumpangsari jagung manis dan kacang tunggak memiliki kemampuan tertinggi untuk menekan gulma.Sweet corn (Zea mays saccharata Sturt) is usually grown in monoculture with wide spacing, which stimulates the growth of weeds around the maize. Weed management is mostly carried by chemicals, which could have a negative environmental impact. One technique to reduce this negative impact is the intercropping system. This study aimed to determine the diversity of weeds and the effectiveness of legumes in suppressing weed growth in intercropping systems. The experiment was designed as a single factor randomized complete block design (RCBD) with three replications. The treatment consisted of five types of legumes: groundnut, soybean, kidney bean, cowpea, and mungbean. The control consisted of a monoculture of sweet corn and legumes. The results showed that 33 types of weeds were present in the intercropping system, with the dominant species being Cyperus rotundus, Cynodon dactylon, Physalis angulata, and Phyllanthus niruri. Intercropping with all species of legumes and sweet corn can suppress weed growth without reducing sweet corn yield. Intercropping sweet corn and cowpea had the highest ability to suppress weeds
Cite
CITATION STYLE
Octavia, S. D., & Setiyawan, A. (2025). Komunitas Gulma pada Sistem Tumpangsari Jagung Manis dengan Lima Jenis Kacang. Jurnal Agroteknologi, 4(02), 203–216. https://doi.org/10.53863/agronu.v4i02.1748
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.