Abstract
Eksistensi sebuah kesenian harus terus dijaga sebagai bentuk identitas daerah dan sebagai kekayaan bangsa yang harus dilestarikan dan diakui oleh masyarakat Indonesia sendiri dan agar tidak dicuri oleh negara lain. Di jaman era digital ini, eksistensi melalui proses digitalisasi ini mutlak dilakukan agar penyebarannya dapat secara luas dan mudah. Beberapa program yang canangkan dalam Pengabdian Masyarakat Hibah DRTPM tahun pelaksanaan 2023 di Desa Jenisgelaran Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan dan pelatihan, antara lain penyuluhan manfaat digitalisasi untuk promosi dan publikasi, pelatihan pengelolaan media online, dan pelatihan pembuatan konten video promosi dan publikasi diberikan untuk mempertahankan dan mengembangkan eksistensi kelompok seni di desa ini dalam bentuk promosi dan publikasi online. Kegiatan dihadiri peserta yang sesuai dengan yang ditargetkan yaitu perangkat desa, pelaku seni, dan karang taruna. Kegiatan menghasilkan hal yang positif ditunjukkan dengan kehadiran peserta yang melebihi jumlah yang ditargetkan, dimana jumlah yang ditargetnya sebanyak 25 orang, namun yang hadir kurang lebih 30 orang. Berdasarkan angket yang disebarkan, dapat dinyatakan bahwa peserta yang hadir sebagian besar telah memiliki skill tentang teknologi digital, namun masih belum maksimal, sehingga tiga kegiatan ini diberikan agar masyarakat desa dengan kesadaran penuh dan kemandiriannya mempromosikan dan mempublikasikan pontensi budaya lokal mereka ke khalayak luas melalui pemanfaatan digitalisasi.
Cite
CITATION STYLE
Andari, N., -, S., & Sarindat, E. S. (2023). Manfaat Digitalisasi Sebagai Media Promosi Dan Publikasi Untuk Mengembangkan Kesenian Di Desa Jenisgelaran, Jombang. Jurnal Gramaswara, 3(3), 160–171. https://doi.org/10.21776/ub.gramaswara.2023.003.03.04
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.