Abstract
Sektor pariwisata terus mengalami perkembangan secara pesat ditandai dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan setiap tahunnya pada suatu negara. Seiring kemajuan pariwisata terjadi peningkatan kejadian kegawatdaruratan khususnya pada wisata bahari seperti kejadian tenggelam, dekompresi, henti napas, henti jantung, syok hipovolemik dan syok kardiogenik. Pemberian BHD sangat penting diketahui oleh masyarakat pesisir dalam memberikan pertolongan pertama pada kejadian kegawatdaruatan wisata bahari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap masyarakat pesisir mengenai pemberian BHD pada kejadian kegawatdaruratan wisata bahari. Metode: penelitian ini menggunakan desain analitik cross-sectional dengan menggunakan teknik sampling proportional stratified random sampling dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 206 orang. Penelitian dilakukan di Desa Bunga Mekar, Nusa Penida pada bulan Maret sampai April tahun 2020 menggunakan alat ukur berupa kuesioner. Hasil: berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata skor pengetahuan masyarakat pesisir sebesar 3,20 atau jika dikategorisasikan berada pada tingkat pengetahuan kurang dan nilai rata-rata skor sikap masyarakat pesisir sebesar 3,00 atau jika dikategorisasikan pada sikap kurang baik. Kesimpulan: Masyarakat pesisir perlu diberikan informasi dan pelatihan BHD sebagai upaya awal guna meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam memberikan pertolongan pertama pada kejadian kegawatdaruratan wisata bahari di Desa Bunga Mekar, Nusa Penida.
Cite
CITATION STYLE
Asih, N. K. S., Juniartha, I. G. N., & Antari, G. A. A. (2021). GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT PESISIR MENGENAI PEMBERIAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) PADA KEGAWATDARURATAN WISATA BAHARI. Coping: Community of Publishing in Nursing, 9(4), 412. https://doi.org/10.24843/coping.2021.v09.i04.p07
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.