Kemampuan Berpikir Kritis Anak: Analisis pada Pengenalan Budaya Lebak dalam Pembelajaran di TK

  • Rohita R
  • Yetti E
  • Sumadi T
N/ACitations
Citations of this article
131Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Lebak merupakan salah satu kabupaten di provinsi Banten yang memiliki potensi sebagai sumber belajar bagi anak, khususnya untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kemampuan berpikir kritis anak melalui pengenalan budaya Lebak dalam pembelajaran. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan guru TK PGRI 1, Lebak, Banten sebagai subjeknya. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan model Miles and Hubberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengenalkan budaya Lebak yang mencakup makanan tradisional, permainan tradisional, dan pakaian tradisional kepada anak. Namun pertanyaan yang diajukan sebagai salah satu stimulasi kemampuan berpikir anak, masih berada pada kategori pertanyaan yang cenderung memunculkan kemampuan berpikir tingkat rendah (lower order thinking). Simpulannya adalah kemampuan berpikir kritis (higher order thinking) belum terstimulasi meskipun guru telah mengenalkan budaya Lebak dalam pembelajaran. Implikasinya guru harus meningkatan kemampuan bertanya yang menstimulasi kemampuan berpikir kritis anak dengan materi mengenai budaya Lebak.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rohita, R., Yetti, E., & Sumadi, T. (2023). Kemampuan Berpikir Kritis Anak: Analisis pada Pengenalan Budaya Lebak dalam Pembelajaran di TK. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(6), 6566–6578. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i6.5326

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free