Abstract
Mengacu pada pendekatan Developmentally Appropriate Practice (DAP), pendidikan anak usia dini bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi anak ( the world child ) agar kelak menjadi manusia Indonesia seutuhnya melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, mendidik dan demokratis yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak. Anak pada usia emas (lima tahun pertama) mempunyai potensi demikian besar untuk mengoptimalkan segala aspek perkembangannya, termasuk keterampilan perkembangan motoriknya. Perkembangan keterampilan motorik adalah sebagai perkembangan unsur kematangan dan pengendalian gerak tubuh. Perkembangan motorik anak, baik motorik kasar maupun motorik halus, akan lebih teroptimalkan jika lingkungan tempat tumbuh kembang anak mendukung mereka untuk bergerak bebas. Perkembangan fisik motorik anak berperan penting karena tidak hanya dapat meningkatkan intelektualitas anak tetapi juga dapat mempengaruhi self-concept dan kepribadian anak. Perkembangan fisik motorik anak tidak terlepas dari peranan guru dalam memilih metode yang sesuai dan dalam memberikan ruang yang memadai kepada anak didik dalam mengeksplorasi kemampuan motoriknya.
Cite
CITATION STYLE
Yuni, Q. F. (2017). APLIKASI PEMBELAJARAN MOTORIK DALAM UPAYA PENGEMBANGAN KECERDASAN ANAK USIA DINI. ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal, 4(2), 138. https://doi.org/10.21043/thufula.v4i2.2041
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.