Abstract
Petugas polisi satuan Pengendali Masa (DALMAS) merupakan satuan kepolisian dengan tugas melakukan pengamanan terhadap aksi demonstrasi. Kondisi unjuk rasa yang rusuh menjadi kenyataan yang harus dihadapi mereka saat bertugas. Aksi rusuh dari demonstran tidak hanya memunculkan resiko besar, tetapi dalam aksi rusuh juga terjadi upaya-upaya yang dapat memancing anggota DALMAS menjadi emosional dan agresi, dengan kata lain terprovokasi. Variabel terprovokasi menjadi suatu kajian yang sangat menarik, namun dari sekian banyaknya hasil penelitian mengenai perilaku agresi belum ditemukan skala pengkuran yang dapat digunakan untuk mendapatkan data kuantitatif. Penelitian ini mencoba untuk menyusun konstruk dan butir untuk dapat mengukur keadaan terprovokasi. Konstruk pengkuran disusun dan diuji kesesuaiannya dengan melibatkan 5 orang panelis penilai, dan selanjutnya sebanyak 35 anggota DALMAS dilibatkan untuk melakukan uji coba untuk mengetahui keterhandalan butir. Hasilnya berhasil mendapatkan sejumlah butir yang dapat digunakan untuk mengukur keadaan terprovokasi, bitur pengkuran memperlihatkan kehandalan yang cukup akurat. Meskipun butir-butir yang ada sudah mampu mengukur variabel, namun hasil ini belum melibatkan responden dalam jumlah yang besar.
Cite
CITATION STYLE
Hutahaean, E. S. H., Pertiwi, Y. W., & Perdini, T. A. (2022). Skala Penelitian Variabel Terprovokasi Dengan Melibatkan Responden Petugas Pengamanan Demonstrasi. Jurnal Kajian Ilmiah, 22(1), 35–44. https://doi.org/10.31599/jki.v22i1.957
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.