Abstract
Ikan tenggiri Papua (Scomberomorus multiradiatus) adalah ikan endemik Papua yang tertangkap hanya di sekitar perairan Merauke. Pemanfaatan ikan ini oleh masyarakat lokal dengan tingkat produksi mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dalam pengelolaan populasi ikan tenggiri Papua diperlukan kajian ilmiah tentang aspek biologi dan pemanfaatannya dengan menggunakan jaring insang hanyut. Penelitian dilakukan selama 2 (dua) tahun yaitu Maret - Desember 2017 dan April -Desember 2018 dengan metode survei yang dibantu oleh enumerator secara bulanan. Data komposisi hasil tangkapan jaring insang hanyut dominan ikan demersal karena dioperasikan di perairan dangkal yang menyapu hingga ke dasar. Ikan tenggiri Papua hanya sekitar 6-10% dari total tangkapan dengan struktur ukuran dominan pada 40 cmFL (fork length) dan pola pertumbuhan allometrik positif. Nisbah kelamin ikan tidak seimbang dengan dominan jantan dibandingkan betina. Ukuran ikan yang pertama kali tertangkap semakin kecil ukurannya yaitu 32.08 (2017) menjadi 30.50 (2018) yang dapat menjadi indikasi bahwa ukuran ikan semakin kecil. Laju pertumbuhan (K) sekitar 0.64 yang menunjukkan laju pertumbuhan tergolong lambat dengan laju kematian akibat penangkapan (F) lebih tinggi dibandingkan kematian alamiah (M). Pemanfaatan ikan ini sudah mencapai E=0,70 atau 140% sehingga harus dilakukan pengurangan 40% dari upaya saat ini dan dengan mengembangkan kearifan lokal agar ikan endemik terjaga populasinya.
Cite
CITATION STYLE
Putri Pane, A. R., Wagiyo, K., & Suman, A. (2019). ASPEK BIOLOGI DAN PEMANFAATAN IKAN TENGGIRI PAPUA (Scomberomorus multiradiatus Munro, 1964) DENGAN ALAT TANGKAP JARING INSANG DI PERAIRAN MERAUKE DAN SEKITARNYA. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 11(3), 763–776. https://doi.org/10.29244/jitkt.v11i3.26545
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.