Identifikasi miskonsepsi siswa menggunakan tes diagnostik five-tier pada materi larutan penyangga

  • Ulfa Berlian Awwalin
  • Deni Ebit Nugroho
N/ACitations
Citations of this article
67Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kimia merupakan ilmu yang bersifat abstrak dan cukup sulit bagi siswa untuk memahaminya mengingat adanya tiga representasi yang harus dikuasai. Kimia bersifat hirarki, artinya suatu konsep berkesinambungan dengan konsep lainnya. Larutan penyangga merupakan salah satu materi kimia yang sulit dipahami dan siswa sering mengalami miskonsepsi. Perlu ditinjau ulang untuk mengetahui seberapa besar kesalahpahaman siswa setelah proses pembelajaran dan setelah pembelajaran, sehingga dengan adanya penelitian mengidentifikasi mengenai miskonsepsi dapat mengukur sejauh mana tingkat miskonsepsi siswa dan dapat menjadi masukan bagi guru. Tujuan penelitian ini untuk memberikan informasi mengenai miskonsepsi dan penyebab terjadinya miskonsepsi pada materi larutan penyangga. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini sebanyak 69 siswa kelas XII SMA Negeri 11 Semarang. Instrumen yang digunakan berupa tes diagnostik five-tier. Tes dilakukan dengan menggunakan media Googleform. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa persentase miskonsepsi siswa sebesar 41,06%, tidak paham konsep 33,58%, paham konsep 8,58% dan eror 16,79%. Penyebab miskonsepsi ada beberapa, diantaranya pemikiran pribadi 29,71%, guru 0,24%, buku 1,57%, teman 5,19%, dan internet 3,86%.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ulfa Berlian Awwalin, & Deni Ebit Nugroho. (2024). Identifikasi miskonsepsi siswa menggunakan tes diagnostik five-tier pada materi larutan penyangga. Science Education and Development Journal Archives, 2(1), 20–29. https://doi.org/10.59923/sendja.v2i1.79

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free