Pembelajaran Sains Inquiry pada Anak Usia Dini

  • Ali Putri F
  • Nisfa N
N/ACitations
Citations of this article
195Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis Pembelajaran Sains Inquiry pada Anak Usia Dini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan Library Research. Hasil PISA (Programme for International Student Assesment) pada tahun 2015, menunjukan bahwa kemampuan anak Indonesia pada usia 15 tahun di bidang matematika, science, dan membaca masih tergolong rendah dibandingkan dengan anak – anak lain di dunia. Hal ini dapat diartikan bahwa banyak proses pembelajaran yang kurang mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi. Maka dari itu, diperlukan peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan sejak usia dini. Pembelajaran Sains Inquiry merupakan sebuah proses pembelajaran yang harus melibatkan anak di dalamnya. Anak-anak diajarkan untuk menemukan pertanyaan-pertanyaan esensi, menyelidiki secara mendalam, membangun pemahaman, makna dan pengetahuan baru. Peran guru dalam pembelajaran science inquiry adalah memberi rangsangan agar anak aktif dan bergairah berpikir, menunjukan jalan keluar jika anak mengalami kesulitan, mengenalkan masalah yang berkaitan dengan topik yang akan dibahas, dan meminta anak membuktikan atau setidaknya menjelaskan hipotesis yang mereka buat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ali Putri, F. K., & Nisfa, N. L. (2022). Pembelajaran Sains Inquiry pada Anak Usia Dini. Tinta Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1), 29–42. https://doi.org/10.35878/tintaemas.v1i1.384

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free