“Representasi Feminisme Digital di Media Sosial: Analisis Konten Edukasi Gender pada Akun Instagram @kawanpuan.id”

  • Salsabila
  • Nur’Annafi Syam Maella
  • Ahmadi
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan representasi feminisme digital dan nilai-nilai kesetaraan gender dalam konten edukasi akun Instagram @kawanpuan.id. Penelitian dilakukan karena media sosial kini berperan sebagai ruang advokasi publik yang membentuk kesadaran gender di masyarakat. Kajian ini berlandaskan teori Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis) dari Norman Fairclough  dan teori interseksionalitas Crenshaw  serta feminisme inklusif hooks untuk memahami relasi bahasa, kekuasaan, dan ideologi dalam wacana digital. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian akun @kawanpuan.id dan objeknya berupa tujuh unggahan konten edukasi gender yang telah dipublikasi. Data dikumpulkan melalui dokumentasi digital dan observasi daring, sedangkan analisis dilakukan dengan tiga dimensi CDA Fairclough teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa @kawanpuan.id merepresentasikan tujuh kategori feminisme digital yang menonjolkan nilai kesetaraan, pemberdayaan perempuan, ruang aman, dan solidaritas lintas gender. Temuan ini menegaskan kontribusi feminisme digital sebagai sarana edukatif dan advokatif yang mendukung pembangunan sosial berkeadilan sejalan dengan SDGs ke-5 dan Asta Cita Prabowo Gibran. Kata Kunci: feminisme digital, analisis wacana kritis, interseksionalitas, kesetaraan gender, pemberdayaan perempuanPenelitian ini menganalisis representasi feminisme digital dan nilainilai feminisme dalam konten edukasi gender di akun Instagram @kawanpuan.id. Akun ini berfungsi sebagai media advokasi dengan bahasa empatik dan visual komunikatif, berfokus pada isu kesetaraan gender. Menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis dari Norman Fairclough, penelitian ini mengkaji tiga dimensi: teks, praktik wacana, dan praktik sosial, dengan sampel tujuh unggahan antara Juni hingga Agustus 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa feminisme digital di @kawanpuan.id mencakup tiga nilai utama: kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan solidaritas digital berbasis empati. Konten tentang ruang aman perempuan menekankan hak atas tubuh dan privasi, sementara isu perlindungan anak dan femisida mengedepankan tanggung jawab sosial dalam menciptakan lingkungan bebas kekerasan. Narasi pemberdayaan perempuan mengajak untuk menolak victim blaming, berani bersuara, dan membangun solidaritas lintas gender. Penelitian ini mengungkapkan bahwa feminisme digital di @kawanpuan.id berkontribusi pada pencapaian SDGs ke-5 tentang kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, serta mendukung kebijakan nasional dalam Program Asta Cita Prabowo Gibran, khususnya dalam pilar Pembangunan Manusia Unggul dan Berkeadilan Sosial.

Cite

CITATION STYLE

APA

Salsabila, Nur’Annafi Syam Maella, & Ahmadi. (2025). “Representasi Feminisme Digital di Media Sosial: Analisis Konten Edukasi Gender pada Akun Instagram @kawanpuan.id.” Medium, 13(2), 221–236. https://doi.org/10.25299/medium.v13i2.25492

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free