Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran naskah Bhīma Swarga dalam tradisi Jawa Kuno-Jawa Pertengahan sebagai bagian dari warisan budaya Siwaisme, serta mengkaji pelestariannya dalam konteks modern. Objek kajian meliputi sembilan naskah yang ditulis antara abad ke-15 hingga 17 Masehi, terdiri dari lima naskah versi Jawa Barat dengan aksara Jawa Barat Kuno Kuadrat, Sunda Kuno, Buda, dan Bali, serta empat naskah dari wilayah Merapi-Merbabu yang menggunakan aksara Buda. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis filologis, dengan pendekatan historis-kultural untuk memahami kontinuitas narasi Bhīma Swarga dalam tradisi pertunjukan wayang, yang tetap lestari di Sunda, Merapi-Merbabu, dan Bali sebagai bagian dari ritual pascakematian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks Bhīma Swarga memiliki peran penting dalam mempertahankan nilai-nilai spiritual dan kebudayaan Siwaisme, yang diaktualisasikan melalui upacara pembersihan jiwa orang yang meninggal. Kajian ini menekankan bahwa pelestarian naskah-naskah kuno tersebut tidak hanya penting untuk menjaga identitas budaya, tetapi juga untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dengan mempertahankan sistem pengetahuan lokal. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memahami kompleksitas warisan budaya dalam konteks tantangan global saat ini.
Cite
CITATION STYLE
Wijayanto, M. H., & Suparta, I. M. (2025). Pelestarian Naskah Bhīma Swarga dalam Tradisi Siwaisme: Perspektif Filologis dan Budaya. Prosiding Konferensi Berbahasa Indonesia Universitas Indraprasta PGRI, 277–287. https://doi.org/10.30998/kibar.28-10-2024.8035
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.