Abstract
Dalam pandangan tradisional, ad hominem dipahami sebagai argumen yang ditujukan kepada lawan, atau kadang dapat dimengerti sebagai serangan terhadap karakter pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model argumen ad hominem sebagai strategi komunikasi para advokat dalam tayangan Kontroversi Metro TV. Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah lima rekaman mata acara Kontroversi Metro TV yang membahas kasus kematian Brigadir Josua. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode simak, yang diterapkan melalui teknik catat. Analisis data penelitian ini memanfaatkan teknik analisis isi. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa model ad hominem yang ditemukan dalam mata acara Kontroversi Metro TV dapat diperinci menjadi tiga, yakni (1) ad hominem dalam wujud serangan terhadap psikis, (2) ad hominem dalam wujud serangan terhadap kredibilitas kompetensi, dan (3) ad hominem dalam wujud serangan terhadap sifat atau karakter.
Cite
CITATION STYLE
Kami, K., & Nesi, A. (2023). Argumen Ad hominem sebagai Strategi Komunikasi para Advokat dalam Program Kontroversi Metro TV. JURNAL SIMBOLIKA Research and Learning in Communication Study, 9(1), 24–35. https://doi.org/10.31289/simbolika.v9i1.9106
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.