Hubungan antara Kematangan Emosi dan Religiusitas dengan Penyesuaian Diri pada Mahasiswa Perantau di Asrama Daerah Mahasiswa Yogyakarta

  • Sari Y
N/ACitations
Citations of this article
130Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Mahasiswa perantau kerap dihadapkan dengan berbagai perubahan yang menuntut dirinya untuk mampu menyesuaikan diri di lingkungan yang baru. Namun, masih banyak ditemukan mahasiswa perantau yang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri. Faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri salah satunya adalah kematangan emosi dan religiusitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dan religiusitas dengan penyesuaian diri pada mahasiswa rantau. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa rantau dengan rentang usia 18 sampai 25 tahun dan merupakan mahasiswa rantau yang tinggal di asrama daerah Kalimantan, Nusa Tenggara dan Bali. Sampel penelitian ini berjumlah 108 mahasiswa rantau yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala penyesuaian diri, skala kematangan emosi, dan skala religiusitas. Teknik analisis statistik yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan antara kematangan emosi dan religiusitas dengan penyesuaian diri pada mahasiswa perantau dengan nilai signifikansi 0,000 (P < 0,05). Artinya semakin tinggi kematangan emosi dan religiusitas individu maka semakin tinggi pula penyesuaian dirinya. Kematangan emosi dan religiusitas secara bersama-sama memberikan sumbangan efektif terhadap penyesuaian diri sebesar 47,4%. Kematangan emosi memberikan sumbangan efektif terhadap penyesuaian diri sebesar 45,1%, sedangkan religiusitas memberikan sumbangan efektif terhadap penyesuaian diri sebesar 2,3%.Mahasiswa perantau kerap dihadapkan dengan berbagai perubahan yang menuntut dirinya untuk mampu menyesuaikan diri di lingkungan yang baru. Namun, masih banyak ditemukan mahasiswa perantau yang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri. Faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri salah satunya adalah kematangan emosi dan religiusitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dan religiusitas dengan penyesuaian diri pada mahasiswa rantau. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa rantau dengan rentang usia 18 sampai 25 tahun dan merupakan mahasiswa rantau yang tinggal di asrama daerah Kalimantan, Nusa Tenggara dan Bali. Sampel penelitian ini berjumlah 108 mahasiswa rantau yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala penyesuaian diri, skala kematangan emosi, dan skala religiusitas. Teknik analisis statistik yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan antara kematangan emosi dan religiusitas dengan penyesuaian diri pada mahasiswa perantau dengan nilai signifikansi 0,000 (P < 0,05). Artinya semakin tinggi kematangan emosi dan religiusitas individu maka semakin tinggi pula penyesuaian dirinya. Kematangan emosi dan religiusitas secara bersama-sama memberikan sumbangan efektif terhadap penyesuaian diri sebesar 47,4%. Kematangan emosi memberikan sumbangan efektif terhadap penyesuaian diri sebesar 45,1%, sedangkan religiusitas memberikan sumbangan efektif terhadap penyesuaian diri sebesar 2,3%.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sari, Y. (2021). Hubungan antara Kematangan Emosi dan Religiusitas dengan Penyesuaian Diri pada Mahasiswa Perantau di Asrama Daerah Mahasiswa Yogyakarta. Indonesian Psychological Research, 3(2), 75–81. https://doi.org/10.29080/ipr.v3i2.548

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free