Abstract
Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO) menjadi bagian permasalahan TBC di dunia maupun di Indonesia. Berhasilnya pengobatan TBC RO dipengaruhi oleh berbagai faktor dan salah satu yang mendukung adalah adanya pendampingan pasien untuk memastikan kepatuhan. Dalam proses pendampingan terjadi komunikasi antara pribadi pasien dan pendamping yang memberikan dukungan, motivasi dan menjadi panutan. Dalam komunikasi terkadang terjadi perbedaan bahasa yang digunakan antara pasien dan pendamping yang bisa menjadi hambatan. Komunikasi dengan bahasa daerah terjadi di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan bahasa daerah dalam komunikasi selama pendampingan pengobatan TBC RO. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan cara pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi dokumen. Wawancara dilakukan terhadap 3 (tiga) informan yang terdiri dari pengelola program pendampingan dan pendamping pasien. Hasil dari studi ini adalah bahasa daerah mempengaruhi keterbukaan dan penerimaan pasien terhadap keberadaan pendampingnya. Pemahaman pasien akan isi pesan juga lebih baik dengan penggunaan bahasa daerah. Untuk itu perlu dipertimbangkan untuk pengembangan materi KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) dengan penggunaan bahasa daerah.
Cite
CITATION STYLE
Anandita, Y., & Krianto, T. (2022). PENGGUNAAN BAHASA DAERAH DALAM KOMUNIKASI PENDAMPINGAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT. HEARTY, 11(1), 5. https://doi.org/10.32832/hearty.v11i1.7449
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.