Abstract
Perilaku generasi milenial adalah reaksi atau sikap dari kelompok generasi yang lahir pada tahun 1980-1990 atau pada awal 2000 terhadap lingkungannya, sedangkan minat pada makanan tradisional adalah faktor timbulnya perhatian, ketertarikan dan aktivitas pada makanan khas daerah. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analisis yaitu metode penelitian dengan cara mengamati masalah yang ada pada saat ini, kemudian data yang ada dianalisis, responden dalam penelitian ini adalah generasi milenial yang berada di kecamatan Ajibata kabupaten Toba Samosir sebanyak 100 orang. Data diperoleh dengan cara menyebar kuesioner dalam bentuk angket kepada responden, kemudian angket tersebut di kumpul kembali sebagai data, lalu data yang diperoleh di analisis berdasarkan item dan di persentasikan. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku generasi milenial terhadap minat pada makanan tradisional cenderung kurang diminati, karena generasi milenial ini perilakunya cenderung sangat berhubungan dengan gadget, dimana kurangnya informasi yang mereka temui dalam sosial media sehingga pengetahuan dan minat terhadap makanan tradisional sangat kurang populer, untuk itu diharapkan pada generasi milenial sebagai agar mau membuka laman (blog) budaya, sehingga sebagai generasi penerus tetap memiliki rasa cinta terhadap budaya dan paham akan makna filosofi dari budaya dan kuliner (makanan tradisional)
Cite
CITATION STYLE
Hasriyani, E. (2021). Perilaku Generasi Milenial terhadap Minat pada Makanan Tradisional di Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir. Jurnal Akademi Pariwisata Medan, 9(1), 68–79. https://doi.org/10.36983/japm.v9i1.105
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.