Cuci tangan sebagai faktor risiko kejadian ventilator associated pneumonia di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2012

  • Azis A
  • Sawitri A
  • Merati K
N/ACitations
Citations of this article
18Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak: Ventilator associated pneumonia (VAP) merupakan infeksi nosokomial pada saluran napas bawah pasien dengan ventilator >48 jam di ruang terapi intensif (RTI). Angka VAP di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2012 adalah sebesar 15,48 per 1000 hari pemakaian masih melebihi standar nasional 10 per 1000 hari pemakaian. Faktor risiko penjamu, pemakaian alat medis dan perilaku petugas, termasuk perilaku cuci tangan berperan dalam kejadian VAP. Penelitian ini adalah studi kasus kontrol, dengan perbandingan 1:2 (27 kasus dan 54 kontrol). Kasus adalah yang didiagnosis dokter sebagai VAP, dan kontrol adalah  yang didiagnosis selain VAP, yang dimiripkan berdasarkan umur dan jenis kelamin. Responden adalah dokter dan perawat yang paling sering merawat kasus dan kontrol. Data kasus, kontrol, serta responden bersumber dari rekam medik tahun 2012. Pengumpulan data melalui wawancara dengan kuesioner terstruktur dan pengkajian rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan chi square dan analisis multivariat dengan regresi logistik. Karakteristik kasus dan kontrol komparabel dalam hal umur, jenis kelamin, diagnosis, obat-obatan, kesadaran, frekuensi intubasi, frekuensi penggantian sirkuit ventilator dan frekuensi penggantian nasogastric tube. Faktor risiko kejadian VAP adalah cuci tangan petugas (OR 6,11; 95%CI: 1,54-24,25), lama rawat (OR 4,18; 95%CI: 1,36-12,81) dan penyakit penyerta (OR 4,22; 95%CI: 0,98-18,25). Perawat berkontribusi terhadap kejadian VAP dengan OR=4,69 (95%CI: 1,22-18,08). Dalam praktek 5 momen mencuci tangan, kepatuhan dokter paling rendah yaitu mencuci tangan sebelum melakukan tindakan aseptik sebesar 45,1% pada kasus dan 66,3% pada kontrol. Perilaku cuci tangan petugas berkontribusi terhadap kejadian VAP sehingga perlu ditindaklanjuti dengan promosi kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan petugas dalam cuci tangan sesuai standar.

Cite

CITATION STYLE

APA

Azis, A., Sawitri, A. A. S., & Merati, K. T. P. (2013). Cuci tangan sebagai faktor risiko kejadian ventilator associated pneumonia di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2012. Public Health and Preventive Medicine Archive, 1(2), 90–95. https://doi.org/10.15562/phpma.v1i2.169

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free