Abstract
Dampak pandemi telah menurunkan besaran pengeluaran konsumsi pangan keluarga miskin akibat pendapatan menurun dan keterlambatan bansos pemerintah. Keluarga miskin terancam rawan pangan, karena akses pangannya menjadi terbatas di saat ketersediaan kasnya menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab dan faktor keluarga miskin menjadi lebih rawan pangan serta mengetahui cara keluarga miskin mengelola pengeluaran pangannya di masa pandemi Covid- 19. Rancangan penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan system thinking. Analisis sistemnya menggunakan analisis konten berdasar pada system archetype. Tahap validasi struktur kesisteman menggunakan teknik triangulasi berdasar pada pengumpulan data dan pendekatan PRA melalui teknik bagan kecenderungan perubahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerawanan pangan keluarga miskin terjadi karena dampak pandemi yang menyebabkan akses terhadap pangan keluarga miskin semakin terbatas yang dicirikan oleh konsumsi pangan dari sisi kuantitas dan kualitas menurun. Faktor utama yang mempengaruhinya yaitu tingkat pendapatan. Strategi untuk mempertahankan kebutuhan konsumsi pangan keluarganya yaitu dengan mengajukan pinjaman dan beralih ke sumber pangan murah agar kualitas pangan tidak menurun sebanyak anggaran konsumsi pangan.
Cite
CITATION STYLE
Hasanah, E. A., Heryanto, M. A., Hapsari, H., & Noor, T. I. (2021). DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PENGELUARAN PANGAN RUMAH TANGGA MISKIN PERKOTAAN: STUDI KASUS KELUARAHAN CIROYOM, KECAMATAN ANDIR, KOTA BANDUNG. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 7(2), 1560. https://doi.org/10.25157/ma.v7i2.5492
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.