Realita Perempuan dalam Belenggu Budaya Patriarki: Reinterpretasi Kidung Agung 6:1-3 dengan Perspektif Feminis

  • Randan S
  • Kiding A
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

The persistence of patriarchal culture and ideology results in women under men's domination. Patriarchal culture has opened the gate of freedom for men to discriminate against women. Not only that, this culture forces women to always submit to men. Second-class citizen is a designation for women whose position is lower than men. In the end, this leads to the stigma that women are weak, vulnerable, and unable to stand up for themselves, and it is even considered ideal for women to work in the kitchen. Therefore, this article aims to critically examine the text regarding the reality of women in the shackles of patriarchal culture, with a perspective that is pro-women. This reinterpretation is hoped to be helpful and add insight into theological thinking regarding the narrative of the Song of Solomon 6:1-3  has provided a new reality. Women have created the courage to free themselves from the ties of the patriarchal culture that has been firmly rooted. Women are no longer figures who have to be passive but are active and have the courage to speak up. The Song of Songs gives a new color that equality between women and men can be created. ABSTRAKLanggengnya budaya dan ideologi patriarki mengakibatkan perempuan di bawah dominasi laki-laki. Budaya patriarki telah membuka gerbang keleluasaan bagi laki-laki untuk bertindak diskriminatif terhadap perempuan. Tidak hanya itu budaya ini memaksa perempuan untuk selalu tunduk pada laki-laki. Second class citizens adalah sebutan bagi perempuan bahwa kedudukan mereka lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki. Pada akhirnya berujung pada stigma bahwa perempuan lemah, rentan, tidak dapat berdiri sendiri dan bahkan dianggap idealnya perempuan bekerja di dapur. Oleh sebab itu, artikel ini bertujuan untuk menelaah teks dengan kritis mengenai realitas perempuan dalam belenggu budaya patriarki, dengan perspektif yang berpihak pada perempuan. Melalui reinterpretasi ini diharapkan dapat bermanfaat dan menambah wawasan pemikiran teologis terkait narasi Kidung Agung 6:1-3 yang memberikan realitas yang baru. Perempuan telah menciptakan sebuah keberanian untuk membebaskan diri dari ikatan budaya patriarki yang telah berakar kuat.  Perempuan bukan lagi sosok yang harus pasif tetapi aktif dan berani untuk bersuara. Kidung Agung memberikan warna baru bahwa kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dapat tercipta. Kata-kata kunci:  Feminis; Gender; Kidung Agung; Perempuan

Cite

CITATION STYLE

APA

Randan, S., & Kiding, A. L. (2023). Realita Perempuan dalam Belenggu Budaya Patriarki: Reinterpretasi Kidung Agung 6:1-3 dengan Perspektif Feminis. CHARISTHEO: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 3(1), 43–55. https://doi.org/10.54592/jct.v3i1.98

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free