Abstract
Pertumbuhan penduduk yang pesat di Indonesia memerlukan peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kondisi ekonomi. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan warga negara adalah Program Keluarga Harapan (PKH), yang memberikan bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin. Penelitian ini berfokus pada implementasi komponen kesehatan PKH di Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, dengan mengevaluasi efektivitas dan dampaknya terhadap kesejahteraan lokal. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan peningkatan tingkat kemiskinan dan tantangan kesehatan yang signifikan di wilayah ini, termasuk tingginya angka kematian ibu dan stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi layanan kesehatan PKH, dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau hambatannya. Temuan menunjukkan bahwa komponen kesehatan PKH belum sepenuhnya efektif karena masalah seperti penyaluran dana yang terlambat dan penargetan penerima manfaat yang tidak akurat. Meskipun tantangan ini, PKH telah memberikan dampak positif terhadap perilaku kesehatan, mengurangi pengeluaran rumah tangga, dan memberikan peningkatan pendapatan yang sederhana. Namun, perlu dilakukan perbaikan dalam akurasi data penerima manfaat dan ketepatan waktu penyaluran dana. Rekomendasi meliputi kepatuhan yang lebih ketat terhadap panduan PKH, peningkatan monitoring dan evaluasi, serta validasi data yang berkelanjutan untuk memastikan program ini mencapai populasi yang paling rentan. Kata Kunci: Implementasi, Program Keluarga Harapan, layanan kesehatan, kemiskinan, bantuan sosial.
Cite
CITATION STYLE
Rahardjo, B. (2024). IMPLEMENTASI LAYANAN KOMPONEN KESEHATAN PADA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH). Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala, 5(2). https://doi.org/10.32585/jikemb.v5i2.5256
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.