PARADIGMA PENELITIAN AGAMA BUDDHA: RASIONALISME VERSUS EMPIRISME

  • Setyoko R
N/ACitations
Citations of this article
72Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Agama pada umumnya menganggap bahwa sumber kebenaran utama bagi manusia adalah apa yang tertulis dalam kitab suci karena merupakan wahyu yang diturunkan dari Tuhan. Namun, Buddha menganjurkan untuk tidak langsung mempercayai sesuatu hanya karena tertulis dalam kitab suci yang diwariskan turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah paradigma penelitian agama Buddha cenderung mengarah pada rasionalisme yang menganggap akal sebagai sumber pengetahuan ataukah mengarah pada empirisme yang menganggap bahwa sumber pengetahuan adalah pengalaman. Metode kepustakaan dipilih untuk menelusuri dan memadukan sumber referensi primer dan sekunder berkaitan dengan paradigma penelitian agama Buddha, rasionalisme, dan empirisme. Data dianalisis dengan content analysis untuk mendapatkan inferensi yang valid dengan melakukan proses memilih, menggabungkan, dan membandingkan beberapa pengertian sehingga ditemukan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma penelitian agama Buddha secara epistemologi memiliki kesamaan dengan paham empirisme karena cenderung menjadikan pengalaman langsung sebagai sumber pengetahuan daripada otoritas kitab suci dan penalaran.

Cite

CITATION STYLE

APA

Setyoko, R. (2023). PARADIGMA PENELITIAN AGAMA BUDDHA: RASIONALISME VERSUS EMPIRISME. Jurnal Agama Buddha Dan Ilmu Pengetahuan, 9(1), 82–93. https://doi.org/10.53565/abip.v9i1.842

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free