Gereja Yang Elastis Sebagai Model Bergereja di Era Digital

  • Manguju Y
N/ACitations
Citations of this article
75Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak: Gereja di abad 21 mengalami perkembangan dan perubahan yang begitu besar. Hal ini disebabkan oleh Era Industri 4.0 yang ditandai dengan kemajuan teknologi digital yang mengharuskan gereja untuk memikirkan kembali model pelayanannya di ruang digital. Gereja telah memasuki era baru dalam corak pelayanannya yang distimulasi oleh teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model-model gereja yang muncul di era digital dengan memanfaatkan gagasan gereja cair dalam pemikiran Pete Ward sebagai pengembangan karakter gereja yang baru. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Penelitian ini memperlihatkan bahwa wajah gereja di era digital sebagai dapat dibedakan menjadi empat model, yakni Analog Church, Digilog Church atau Phygital Church, E-Church dan Virtual Reality Church. Karakteristik baru yang ditawarkan dalam tulisan ini yaitu “Gereja Elastis” sebagai model bergereja di era digital yang dapat dipahami dalam tiga aspek, yakni gereja sebagai komunitas jejaring-partisipatif, komunitas resiliensi-adaptif dan komunitas misional-inspiratif

Cite

CITATION STYLE

APA

Manguju, Y. N. (2022). Gereja Yang Elastis Sebagai Model Bergereja di Era Digital. BIA’: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 5(2), 264–282. https://doi.org/10.34307/b.v5i2.355

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free