Abstract
Konsumsi dan permintaan telur ayam ras sangat tinggi dibanding bahan pangan yang mengandung protein hewani lainnya. Agar aman dikonsumsi dan terhindar dari kontaminasi bakteri dan virus BPOM menetapkan standar jumlah cemaran mikroba pada produk telur ayam ras yaitu <1 x 104 CFU/g. Semakin lama waktu penyimpanan akan mengakibatkan masuknya bakteri perusak dan terjadinya penguapan air dan gas melalui pori-pori. Adapun upaya untuk memperpanjang dan menjaga kebersihan telur cukup di lap dan tidak menggunakan air mengalir. Namun, masyarakat sering tidak memperhatikan jangka waktu penyimpanan telur dan kebersihan penyimpanan telur yang baik dan benar. Maka dilakukan pengujian tentang lamanya masa simpan telur dan kebersihan penyimpanan telur ayam ras terhadap cemaran mikroba. Penelitan ini menggunakan eksperimental semu dengan dua kelompok perlakuan dibersihkan dan tidak dibersihkan, keduanya disimpan selama 9-15 hari, lalu diuji menggunakan metode Total Plate Count (TPC) yaitu teknik deteksi jumlah mikroba yang ada di dalam makanan. Didapatkan angka cemaran mikroba yang melebihi angka standar yaitu pada hari ke-14 dan 15 pada telur yang dibersihkan, sedangkan pada telur yang tidak dibersihkan didapatkan pada hari ke-15. Hal tersebut dikarenakan proses pembersihan telur dapat membuka pori-pori pada kulit telur. Maka dapat disimpulkan masa simpan telur terbaik yaitu 13-14 hari agar tetap layak dikonsumsi.
Cite
CITATION STYLE
Fatayati, I., Amanda, A. C., Nurhayati, E., Djohan, H., Sutriswanto, S., & Komara, N. K. (2023). GAMBARAN CEMARAN MIKROBA TERHADAP MASA SIMPAN DAN KEBERSIHAN PENYIMPANAN TELUR AYAM RAS. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(5), 1674–1683. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i5.850
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.