Jabatan imam sebagai martabat tertinggi dalam Injil Yohanes 21:15-19 dari sudut pandang John Chrysostom

  • Daeli N
  • Harefa Y
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini mengkaji keseluruhan kehidupan imam. Artikel ini menggunakan metode pustaka dengan landasan buku “Six Books on the Priesthood” oleh John Chrysostom. Juga didukung oleh pandangan Bapa-Bapa Gereja dan jurnal-jurnal teologi yang berkaitan dengan pembahasan artikel serta mengkolaborasikannya dengan ayat-ayat yang ada di dalam Alkitab. Chrysostom menekankan bahwa tugas seorang imam adalah tugas melayani jiwa di hadapan Tuhan. Beberapa peneliti lain mengungkapkan, tugas seorang imam/gembala dalam jabatannya dianggap sulit dan rendah. Namun dibalik kesulitan tersebut, Chrysostom menemukan kemuliaan di dalam keimamatan. Oleh karena itu, kemuliaan jabatan imam sebagai martabat tertinggi diungkapkan dalam tiga hal. Pertama, awal mula tugas dan tanggung jawab imam dinyatakan dalam Injil Yohanes 21:15-19 sebagai pernyataan Yesus. Kedua, seorang imam menjadi representasi Kristus bagi kawanan melalui karakternya. Ketiga, tugas keimamatan meliputi berbagai godaan dan bahaya dalam pelayanan. Ketiga hal ini bertujuan untuk menjelaskan keseluruhan kehidupan imam sebagai tugas dan tanggung jawab yang tidak mudah tetapi mulia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Daeli, N., & Harefa, Y. (2022). Jabatan imam sebagai martabat tertinggi dalam Injil Yohanes 21:15-19 dari sudut pandang John Chrysostom. Te Deum (Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayanan), 12(1), 67–84. https://doi.org/10.51828/td.v12i1.208

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free