MASYIAH DALAM AL-QUR’AN DITINJAU PERSPEKTIF TEOLOGI PENDIDIKAN

  • Samsuri S
N/ACitations
Citations of this article
27Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kajian ini akan mencoba mengeksplorasi konsep masyiah dengan menampilkan perdebatan sengit yang terjadi di kalangan mutakallimin mengenai kehendak Allah dan kehendak manusia. Setelah itu, pembahasan selanjutnya dari konsep masyiah ini akan digali konsep-konsep yang terkait dengan pendidikan sehingga hasilnya nanti diharapkan dapat memberikan arah, sejauhmana sebenarnya wilayah ikhtiar manusia dalam pendidikan agar mereka bisa membantu memanusiakan manusia. Gagasan mengenai kehendak Allah (masyiatullah) banyak sekali diterangkan dalam al-Qur’an. Allah seringkali menegaskan bahwa diri-Nya mempunyai masyiah dalam hubungan-Nya dengan manusia. Misalnya, “Dia menurunkan kemuliaan-Nya kepada hamba yang dikehendaki-Nya” (QS. al-Baqarah: 90). Selain ayat ini, masih banyak lagi ayat yang menerangkan tentang kemutlakan kehendak Allah. Diantaranya surat al-Baqarah: 253, Ali Imran: 40, Al-An’am: 112, Yunus: 99, Hud: 118 dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Samsuri, S. A. (2020). MASYIAH DALAM AL-QUR’AN DITINJAU PERSPEKTIF TEOLOGI PENDIDIKAN. Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 151–166. https://doi.org/10.32923/tarbawy.v7i2.1312

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free