Abstract
Penelitian ini mengeksplorasi pengembangan strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan pemanfaatan program pembiayaan ekspor yang disediakan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank/IEB) di kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Meskipun IEB telah menyalurkan dana sebesar IDR 12,86 triliun pada tahun 2023, rasio pembiayaannya hanya mencapai 19,6%, masih belum memenuhi target pemerintah sebesar 30%. Melihat kontribusi UMKM yang sangat penting terhadap perekonomian Indonesia, partisipasi mereka yang terbatas dalam kegiatan ekspor disebabkan oleh hambatan pembiayaan, kurangnya kesadaran, dan prosedur yang kompleks. Tantangan utama yang teridentifikasi meliputi persyaratan yang rumit, jangkauan informasi yang terbatas, kurangnya pelatihan, dan komunikasi digital yang lemah. Banyak UMKM mengetahui program IEB melalui saluran informal, dan hampir setengah dari mereka enggan merekomendasikan layanan ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui survei awal dan wawancara mendalam dengan 18 pemangku kepentingan UMKM dari berbagai sektor seperti pertanian, tekstil, makanan dan minuman, furnitur, dan perikanan. Berdasarkan data tersebut, studi ini menggunakan Value Proposition Canvas dan Customer Journey Mapping untuk mengidentifikasi harapan, tantangan, dan persepsi UMKM, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara penawaran IEB dan kemudahan akses yang dirasakan. Analisis SWOT dan matriks TOWS digunakan untuk merumuskan strategi pemasaran, yaitu: (1) menyederhanakan proses aplikasi; (2) meningkatkan kesadaran merek melalui pendekatan lokal dan digital; (3) meningkatkan kegunaan situs web dan alat komunikasi; (4) menyediakan pelatihan dan pendampingan yang disesuaikan; dan (5) melakukan segmentasi UMKM untuk pendekatan yang lebih tepat sasaran.This research explores the development of effective marketing strategies to enhance the utilization of export financing programs provided by the Indonesia Eximbank (IEB) among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). Despite disbursing IDR 12.86 trillion in 2023, the financing ratio reached only 19.6%, falling short of the government’s 30% target. Given MSMEs' vital contribution to Indonesia’s economy, their limited participation in exports is attributed to financing barriers, lack of awareness, and complex procedures. Key challenges identified include complicated requirements, limited outreach, insufficient training, and weak digital communication. Many MSMEs learned about IEB informally, and nearly half were hesitant to recommend its services. This research use qualitative approach, data were collected through a preliminary survey and in-depth interviews with 18 MSMEs stakeholders from various sectors such as agriculture, textiles, food and beverage, furniture, and fisheries. Based on the data, the study then employs the Value Proposition Canvas and Customer Journey Mapping to identify MSME expectations, pain points, and perceptions, revealing a disconnect between IEB’s offerings and perceived accessibility. SWOT analysis and TOWS matrix was used to formulate the marketing strategies. Which are: (1) simplifying application processes; (2) boosting brand awareness through localized and digital outreach; (3) enhancing website usability and communication tools; (4) offering tailored training and mentoring; and (5) segmenting MSMEs for targeted engagement.
Cite
CITATION STYLE
Fajar Hargiana, & Ira Fachira. (2025). DETERMINATION OF MARKETING STRATEGIES FOR INCREASING MSME FINANCING IN INDONESIA EXIMBANKDETERMINATION OF MARKETING STRATEGIES FOR INCREASING MSME FINANCING IN INDONESIA EXIMBANK. Holistic Journal of Management Research, 10(2), 16–26. https://doi.org/10.33019/j97sce28
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.