Abstract
Perang Suriah yang telah berlangsung sejak tahun 2012 melibatkan distribusi senjata global kepada milisi-milisi bersenjata atau non-state actor (NSA) dengan nilai kapital yang sangat besar. Sementara itu, sejak 24 Desember 2014 Arms Trade Treaty (ATT) telah diberlakukan yang berisi larangan bagi negara-negara produsen senjata untuk mengekspor senjata kepada NSA yang diketahui melakukan genosida dan serangan langsung terhadap warga sipil. Dalam artikel ini penulis akan menjawab dua pertanyaan utama, pertama bagaimana profil NSA dalam konflik Suriah dan darimana sumber suplai persenjataan mereka; serta kedua, bagaimana dampak implementasi ATT terhadap proliferasi senjata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis teks kualitatif, yaitu menelaah dokumen-dokumen penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, dokumen ATT, dan pemberitaan media massa. Temuan penelitian ini adalah bahwa ATT belum efektif dalam mencegah jatuhnya persenjataan ke tangan NSA sehingga perang di Suriah masih terus berlangsung.
Cite
CITATION STYLE
Yulianti, D., & Sumadinata, R. W. S. (2018). Terorisme di Suriah dan Implementasi Arms Trade Treaty. Jurnal ICMES, 2(1), 1–24. https://doi.org/10.35748/jurnalicmes.v2i1.17
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.