SENJANG: SEJARAH TRADISI LISAN MASYARAKAT MUSI BANYUASIN

  • Apriadi B
  • Chairunisa E
N/ACitations
Citations of this article
81Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Senjang salah satu tradisi lisan masyarakat Musi Banyuasin, pada awalnya disampaikan secara lisan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah sejarah tradisi lisan masyarakat Musi Banyuasin?. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif, teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian senjang merupakan tradisi lisan masyarakat Musi  Banyuasin muncul pertama kali didaerah sungai Keruh dan juga sebagai salah satu kebudayaan asli masyarakat Musi Banyuasin awalnya musik pengiring senjang menggunakan kenong, sebagai salah satu musik pengiring dari senjang, ketika Belanda masuk ke Sumatera Selatan maka musik pengiringnya pun mengalami perubahan pada saat ini musiknya pun mengalami modernisasi dan memakai musik orgen tunggal sebagai pengiringnya dan juga senjang disampaikan secara tunggal ataupun berpasangan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Apriadi, B., & Chairunisa, E. D. (2018). SENJANG: SEJARAH TRADISI LISAN MASYARAKAT MUSI BANYUASIN. Kalpataru: Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah, 4(2), 124–128. https://doi.org/10.31851/kalpataru.v4i2.2492

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free