Inovasi Kuda Lumping di Desa Tegalrejo Kabupaten Temanggung

  • Nurnani D
N/ACitations
Citations of this article
34Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

AbstrakTulisan tentang Program Pengabdian Pada Masyarakat ini membahas tentang Inovasi Kuda Lumping Di Desa Tegalrejo Kabupaten Temanggung. Program ini bertujuan untuk mendorong dan memotivasi masyarakat pedesaan untuk menjaga dan melestarikan seni tradisional yang mereka miliki dengan cara inovasi kesenian Kuda Lumping yang sudah ada sehingga kedepan dapat memperbaiki ekonomi mereka. Target program pengabdian ini adalah kelompok Kuda Lumping Turonggo Setyo Budi yang dimiliki oleh masyarakat Desa Tegalrejo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.kelompok kesenian tersebut masih eksis meskipun perkembangannya kurang baik. Program ini diharapkan dapat membangkitkan aktifitas anggota kelompok dengan harapan mereka akan lebih mencintai dan mau mengembangkan kesenian tersebut dengan cara mengadakan inovasi sehingga tetap berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan dalam program ini adalah pelatihan dan pembimbingan masyarakat serta sosialisasi program inovasi yang meliputi iringan musik, gaya tabuhan, tari, dokumentasi dan identitas kelompok kesenian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota kelompok tersebut menjadi terdorong dan termotivasi untuk mengikuti setiap pelatihan dan pembimbingan. Inovasi yang mereka hasilkan dapat dilihat dalam pertunjukan di akhir program pengabdian tersebut.Kata kunci: Kuda Lumping, inovasi, tari, iringan musik. AbstractThe  Community  Service  Program  is  about  Innovation  of  Kuda  Lumping  in  Tegalrejo  Village, Temanggung Regency. This program aims to encourage and motivate the village people to maintain the traditional arts they have by innovation of kuda lumping that can later improve their economy. The target of this service program is a group of kuda lumping Turonggo Setyo Budi owned by the people of Tegalrejo village, Bulu district, Temanggung district, Central Java. The art group still exists even though its development is not so good. This program is expected to be able to arouse the activities of the group members to be more loving and to develop the arts they have by innovating so that the arts are sustainable. This program uses an approach through training and mentoring the community and socialization of innovation programs which include musical accompaniment, gaya tabuhan,  dance,  documentation  and  identity  of  the  arts  group.  The  result  shows  that  the  group members  become  encouraged  and  motivated  in  following  the  training  and  mentoring.  The innovations can be seen in their performance at the end of the program.Keywords: kuda lumping, innovation, dance, accompaniment music.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nurnani, D. (2020). Inovasi Kuda Lumping di Desa Tegalrejo Kabupaten Temanggung. Abdi Seni, 10(2), 65–73. https://doi.org/10.33153/abdiseni.v10i2.3037

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free