Abstract
Rumah adat merupakan kekayaan warisan budaya, yang patut dilestarikan dan menjadi warisan kekayaan karya arsitektu, termasuk Rumah Adat Ngada di Flores NTT. Pilihan bahan yang ekologis dan cara berkonstruksi yang tidak merusak tatanan alam adalah salah satu keunggulan dari Rumah adat ini. Namun ada masalah kenyamanan/kesehatan terutama pada ruang utama/inti yang berukuran sempit dengan beberapa fungsi ganda sebagai dapur sekaligus sebagai ruang hunian dan istirahat. Sebagai dapur yang memproduksi banyak asap pada ruangn tanpa ventilasi, tentunya akan membawa dampak bagi kesehatan pernapasan bagi penghuninya. Dari hasil simulasi asap menggunakan Software CFD (Computational Fluid Dynamics) pada keadaan sebenarnya, menunjukan kadar CO2 dalam udara sekitar 3500 ppm, sedangkan ketika diterapkan solusi berupa penambahan cerobong, kadar CO2 menurun signifikan. Hal ini menunjukan bahwa perlu adanya cerobong yang dihadirkan dan diusahakan agar tidak mengurangi nilai kesakralannya.
Cite
CITATION STYLE
Bebhe, K., & Purwanto, L. M. F. (2023). Upaya Penanganan Asap Melalui Simulasi Karbon Dioksida Menggunakan CFD pada Tungku Perapian pada Rumah Adat Bajawa-Ngada. GEWANG: Gerbang Wacana Dan Rancang Arsitektur, 5(1), 14–21. https://doi.org/10.35508/gewang.v5i1.9602
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.