Abstract
Penelitian ini menganalisis peran penilaian kinerja dan kompensasi dalam meningkatkan kinerja tutor pada konteks pendidikan nonformal di PKBM Prestasi Gemilang. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert kepada 53 tutor aktif. Instrumen diuji melalui uji validitas Pearson dan reliabilitas Cronbach’s Alpha, lalu data dianalisis dengan regresi linier berganda untuk menilai pengaruh simultan maupun parsial. Temuan menunjukkan bahwa penilaian kinerja dan kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tutor, dengan penilaian kinerja tampil lebih dominan sebagai pendorong perbaikan praktik pengajaran melalui umpan balik yang objektif dan terarah, sedangkan kompensasi finansial dan nonfinansial memperkuat motivasi, loyalitas, serta retensi. Secara teoretis, hasil ini mengukuhkan relevansi manajemen kinerja sebagai proses siklik serta selaras dengan teori dua faktor Herzberg dalam konteks pendidikan nonformal. Secara praktis, studi ini merekomendasikan formalisasi sistem penilaian kinerja berbasis indikator terukur, pengaitan hasil penilaian dengan pengembangan profesional, dan penataan skema kompensasi yang adil dan transparan. Keterbatasan meliputi desain potong lintang, lokasi tunggal, dan penggunaan kuesioner swalapor. Penelitian lanjutan disarankan memperluas cakupan lembaga, menggunakan desain longitudinal, serta memasukkan mediator atau moderator seperti motivasi, lingkungan kerja, dan dukungan organisasi untuk meningkatkan daya jelaskan model. Implikasi kebijakan mencakup integrasi indikator hasil belajar warga dan observasi kelas dalam siklus penilaian kinerja di tingkat lembaga.This study examines the roles of performance appraisal and compensation in enhancing tutor performance within a nonformal education setting at PKBM Prestasi Gemilang. Adopting a quantitative descriptive approach, data were collected via a Likert-scale questionnaire from 53 active tutors. Instrument quality was established through validity and reliability testing, and relationships among variables were analyzed using multiple regression. The findings indicate that both performance appraisal and compensation are positive predictors of tutor performance, with appraisal emerging as the more salient driver when it is objective, transparent, and accompanied by targeted feedback. Compensation both financial and nonfinancial strengthens motivation, loyalty, and retention, reinforcing the impact of appraisal on day-to-day teaching practice. Theoretically, the results affirm the relevance of performance management as a continuous cycle and align with Herzberg’s two-factor theory in the context of community learning centers. Practically, the study recommends formalizing indicator-based appraisal systems, linking appraisal outcomes to professional development, and structuring equitable, transparent compensation packages. Limitations include the cross-sectional design, single-site context, and reliance on self-report measures. Future studies should broaden the institutional scope, employ longitudinal designs, incorporate mediators or moderators (e.g., motivation, work environment, organizational support), and integrate learner outcomes and classroom observation into the appraisal cycle
Cite
CITATION STYLE
Agus Hidayat, H., Zuniarti, A., Romdhoni, A., Helmin, & Mulyadi, E. (2025). Peran Penilaian Kerja dan Kompensasi dalam Meningkatkan Kinerja Tutor di PKBM Prestasi Gemilang. Jurnal Teknologi Dan Bisnis Cerdas, 1(2), 102–112. https://doi.org/10.64476/jtbc.v1i2.9
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.