Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran daya juang penyandang tunadaksa yang bekerja ketika dihadapkan dengan permasalahan diskriminasi kerja, bagaimana respon subjek ketika mengalami diskriminasi serta bentuk diskriminasi yang didapatkan. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Peneliti menggunakan tenik purposive sampling dengan metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam dengan ketiga subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek pada penelitian ini memiliki daya juang yang berbeda satu sama lain. Pada subjek D, subjek memiliki daya juang yang rendah karena kempat aspek daya juang tidak terpenuh dengan baik. Subjek merasa diskirminasi yang terjadi merupakan akibat dari kondisi fisiknya yang tidak sempurna. Subjek M, subjek memiliki daya juang tinggi karena subjek memenuhi keempat subjek keseluruhan aspek dari daya juang. Hal ini dikarenakan subjek merasa bahwa diskriminasi yang muncul bukan dari diri subjek melainkan orang-orang yang tidak menyukainya. Subjek merasa kemampuan yang dimilikinya akan membuatnya bisa bertahan ditengah diskriminasi. Subjek T, subjek memiliki daya juang tinggi karena subjek memenuhi keseluruhan aspek dari daya juang. Memiliki pendidikan yang baik membuat subjek percaya diri menghadapi setiap diskriminasi yang muncul. Kemampuan ini yang membuat subjek mampu bekerja dengan baik.
Cite
CITATION STYLE
Setyawati, M. (2017). Daya Juang Menghadapi Diskriminasi Kerja Pada Penyandang Tunadaksa. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(1). https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v5i1.4330
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.