Transformasi Tari Bedana Tradisi Menjadi Tari Bedana Kreasi

  • Hidayatullah R
  • Bulan I
N/ACitations
Citations of this article
78Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tari Bedana adalah salah satu kesenian tradisional masyarakat Lampung. Tari ini dibawa oleh orang Arab pada sekitar tahun 1930 yang kemudian diajarkan kepada tiga orang anaknya bernama Ma’ruf, Amang, dan Abdullah. Mereka lalu menyebarkan tarian ini ke seluruh pelosok daerah Lampung. Tari Bedana adalah tari tradisional yang telah berakar serta dirasakan sebagai suatu simbol tradisi yang sangat luas tentang pandangan hidup serta alam lingkungan yang ramah dan terbuka. Seiring dengan semakin berkembangnya waktu dan pemahaman masyarakat akan tarian bedana, sehingga saat ini diasumsikan tari bedana telah mengalami transformasi yang cukup kuat. Tari bedana tradisi telah berkembang menjadi tari bedana kreasi. Terlihat adanya perubahan formasi penari yang bersifat kelompok, selain itu tari bedana juga telah dapat ditarikan dalam acara adat maupun acara hiburan lainnya. Dalam penelitian ini, metode deskriptif digunakan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk gerak tari bedana dan makna gerak tari bedana tradisi menjadi kreasi. Tarian baru ini terkenal dengan istilah tari kreasi baru. Begitupula dengan Tari Bedana, dimana tarian ini awalnya merupakan tari tradisional, namun seiring banyak yang mengembangkan sehingga model dan perlengkapan yang digunakan dalam tari bedana juga mengalami perubahan

Cite

CITATION STYLE

APA

Hidayatullah, R., & Bulan, I. (2017). Transformasi Tari Bedana Tradisi Menjadi Tari Bedana Kreasi. AKSARA: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 18(2), 178–191. https://doi.org/10.23960/aksara/v18i2.pp178-191

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free