ANALISIS AUTOKORELASI SPASIAL KEMISKINAN DI PROVINSI SUMATERA BARAT

  • Monsaputra M
N/ACitations
Citations of this article
33Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Autokorelasi spasial digunakan untuk mendapatkan informasi pola penyebaran dan keterkaitan antar lokasi. Salah satu indikator kesejahteraan adalah tingkat kemiskinan. Sumatera Barat memiliki potensi sumber daya, namun belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga tingkat kemiskinan masih tinggi. Memaksimalkan sektor yang memiliki keunggulan komparatif menjadi strategi mengurangi tingkat kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial kemiskinan serta menganalisis sektor-sektor yang memiliki keunggulan komparatif di Provinsi Sumatera Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Indeks moran, LISA dan LQ. Hasil analisis indeks moran menunjukkan tidak terdapat autokorelasi spasial kemiskinan di Provinsi Sumatera Barat, sedangkan LISA memperihatkan terdapat autokorelasi spasial lokal di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Daerah yang memiliki persentase rata-rata tingkat kemiskinan diatas persentase provinsi  memiliki keunggulan komparatif disektor pertanian, kehutanan dan perikanan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Monsaputra, M. (2022). ANALISIS AUTOKORELASI SPASIAL KEMISKINAN DI PROVINSI SUMATERA BARAT. JURNAL GEOGRAFI Geografi Dan Pengajarannya, 20(2), 97–106. https://doi.org/10.26740/jggp.v20n2.p97-106

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free