Tuberculous Addison’s Disease

  • Efendi Y
  • Decroli E
N/ACitations
Citations of this article
31Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tuberculous addison’s disease merupakan insufisiensi adrenal primer akibat infeksi tuberkulosis pada kelenjar adrenal. Manifestasi klinisnya meliputi kelemahan, kelelahan, anoreksia, penurunan berat badan, hipotensi ortostatik, dan hiperpigmentasi kulit. Tuberkulosis adalah penyebab yang paling utama di negara berkembang. Dilaporkan seorang wanita dua puluh delapan tahun dengan keluhan kulit seluruh tubuh semakin menghitam disertai bercak-bercak kehitaman pada lidah, dan seringkali merasa lemah, letih, lesu. Riwayat penyakit dahulu: TB paru satu setengah tahun yang lalu. Pemeriksaan fisik: nadi enam puluh tujuh kali per menit, tekanan darah 100/60 mmmHg, hiperpigmentasi pada kulit, bibir, kuku, dan lidah. Laboratorium disimpulkan hiperadrenokortitropin dan hipokortisolisme. CT Scan adrenal: pembesaran kelenjar adrenal bilateral disertai kalsifikasi multipel, sugestif tuberkulosis. Pasien didiagnosis insufisiensi adrenal primer akibat tuberkulosis. Terapi yang diberikan metilprednisolon 1x6 mg. Pada pasien terjadi perbaikan klinis dan parameter laboratoris. Hiperpigmentasi, lemah, letih, lesu, dan anoreksia ditemukan pada sebagian besar pasien addison’s disease. Untuk penelusuran penyebab insufisiensi adrenal primer, dilakukan CT Scan adrenal. Gambaran khas TB adrenal pada CT Scan adalah berupa pembesaran kelenjar adrenal, kalsifikasi dengan central low attenuation, dan peripheral enhancement. Terapi adalah terapi substitusi yang merupakan lifelong hormone therapy.

Cite

CITATION STYLE

APA

Efendi, Y. P., & Decroli, E. (2019). Tuberculous Addison’s Disease. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(1S), 58. https://doi.org/10.25077/jka.v8i1s.939

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free