Abstract
Dalam tulisan ini, penulis fokus pada tema pembahasan tentang kepercayaan dan budaya, khususnya budaya Ti’i ka masyarakat Nagekeo, Flores. Bagi penulis, iman sejati adalah hubungan pribadi manusia dengan Tuhan sedemikian rupa sehingga membawa orang ke dalam persekutuan gerejawi. Dalam komunitas ini orang-orang bersatu dan berkumpul untuk menghayati dan merayakan iman melalui doa bersama dan berbagai ritual yang melibatkan seluruh anggota Gereja. Penulis berasumsi bahwa semua ini tidak terjadi begitu saja. Semuanya dimulai dengan proklamasi iman. Dalam proklamasi tersebut, faktor budaya masyarakat setempat menjadi penting agar kepercayaan tersebut dapat diterima dengan baik oleh masyarakat setempat. Untuk mengeksplorasi tema ini, penulis menggunakan metode membaca kritis dan observasi. Melalui tulisan ini penulis ingin menyampaikan pesan bahwa iman harus mengakar. Iman yang telah mengakar akan menjadi satu kesatuan yang utuh yang dapat menciptakan suatu habitus sosial keagamaan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Cite
CITATION STYLE
Daga, Y. (2021). Terang Iman Kristiani dalam Budaya Ti’i Ka, Nagekeo, Flores. Perspektif, 16(1), 61–75. https://doi.org/10.69621/jpf.v16i1.22
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.