Abstract
Trihanggo village has the right temperature and humidity for the proliferation of microscopic spores to support fungal growth. So that it becomes a potential for mushroom cultivation in order to build innovative economic activities that form MSMEs as service partners. The marketing strategy contained in MSMEs has not been able to reach wider consumers in the midst of the upheaval of the Covid-19 outbreak that has shaken the economy, especially the micro economy, namely MSMEs. This is in the background with the partner's problem regarding the low literacy of managers in the intangible context of the use of information technology in the marketing sector. The absence of labeling and product packaging innovations on processed mushrooms creates a risk of product counterfeiting and damage. The solution to be achieved is to utilize information technology with a foundation of quality human resources who are capable and technologically literate. Management of business units by creating new business units according to village potential and asset analysis accompanied by community involvement. Application of information and communication technology to support the productivity of programs and activities covering the administration and marketing fields to support human resources in order to achieve technology literacy, labeling adjustments packaging according to safety standards. The implementation methods offered are 1) Socialization to strengthen literacy regarding the online marketing system. 2) Skills training with the implementation of labeling and information and communication technology operations. 3) Assistance packaging according to packaging standards. The results of the service have an impact on the partner group with comparison results after and before the implementation of the service, on strengthening the service capacity to get results (25%-70%), followed by the implementation of product labeling with results (30%-60%), and the impact of product packaging or renewal (30%-70%).Desa Trihanggo memiliki suhu dan kelembapan yang sesuai untuk perkembangbiakan spora mikroskopis dalam mendukung pertumbuhan jamur. Sehingga menjadi potensi budidaya jamur dalam rangka membangun inovasi kegiatan ekonomi yang membentuk UMKM mitra pengabdian. Strategi pemasaran yang terdapat dalam UMKM belum mampu menjangkau konsumen lebih luas di tengah pergolakan maraknya wabah Covid-19 yang mengguncang ekonomi khususnya ekonomi mikro yakni UMKM. Hal tersebut di latar belakangi dengan persoalan mitra mengenai rendahnya literasi pengelola dalam konteks intangible pemanfaatan teknologi informasi di bidang pemasaran. Tidak adanya labelling dan inovasi kemasan produk pada olahan jamur yang menimbulkan hal yang riskan terhadap pemalsuan dan kerusakan produk. Solusi yang ingin dicapai yakni memanfaatkan teknologi informasi dengan fondasi kualitas sumberdaya manusia yang cakap dan melek teknologi. Manajemen unit usaha dengan mewujudkan unit usaha baru sesuai analisis potensi dan asset desa disertai pelibatan masyarakat. Penerapan teknologi informasi komunikasi untuk mendukungproduktifitas program dan kegiatan yang meliputi bidang administrasi dan bidang pemasaran guna menunjangsumberdaya manusia agar mencapai melek teknologi, pembaharuan labelling produk dan penyesuaian packaging produk sesuai standar keamanan. Metode pelaksanaan yang ditawarkan yakni 1) Sosialisasi untuk penguatan literasi mengenai sistem pemasaran online. 2) Pelatihan keterampilan dengan pelaksanaan labelling produk dan operasional teknologi informasi dan komunikasi. 3) Pendampingan packaging produk sesuai standar kemasan. Hasil pengabdian memberikan dampak pada kelompok mitra dengan hasil perbandingan sesudah dan sebelum dilaksanakannya pengabdian, pada penguatan kapasitas pengetahuan transformasi pemasaran mendapati hasil (25%-70%), dilanjutkan pelaksanaan labelling produk dengan hasil (30%-60%), dan dampak packaging produk atau pembaharuan (30%-70%).
Cite
CITATION STYLE
Pribadi, U., Aji, J. S., & Hayati, K. (2023). Optimalisasi Pemberdayaan UMKM Budidaya dan Pengolahan Jamur Tiram Dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19. Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, 7(1), 51–64. https://doi.org/10.29407/ja.v7i1.18274
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.