Abstract
Sistem pengelolaan sampah di Indonesia umumnya menggunakan metode sanitary landfill. Metode sanitary landfill ini memerlukan luas lahan yang dapat menampung sejumlah sampah sesuai target waktu. Kota Kediri memiliki tempat penampungan akhir (TPA) yang saat ini telah penuh, sehingga perlu ada area baru untuk penampungan sampah. Perhitungan luas lahan landfill dapat diketahui melalui prediksi timbulan sampah yang akan dihasilkan dengan pendekatan sistem dinamik. Model pengelolaan sampah kota Kediri saat ini disimulasikan untuk strukturisasi model dan melakukan simulasi untuk 10 tahun ke depan. Hasil simulasi menunjukkan prediksi timbulan sampah yang akan dihasilkan kota Kediri hingga 10 tahun ke depan sebanyak 11.882.800 liter atau 11.882,8 m3. Estimasi ketinggian landfill 20 m, sehingga luas lahan penimbunan sampah seluas 594,14 m2. Pemerintah Kota Kediri memerlukan lahan sebagai area TPA baru yang dapat menampung minimal dengan luas lahan penimbunan sampah tersebut.
Cite
CITATION STYLE
Zakiyayasin Nisa’, S. Q., Ayu Murti, R. H., & Salam Jawwad, M. A. (2023). Estimasi Luas Lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Kediri dengan Pendekatan Sistem Dinamik. JURNAL ENVIROTEK, 15(1), 39–43. https://doi.org/10.33005/envirotek.v15i1.212
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.