Abstract
Buah pisang dewaka merupakan buah yang tumbuh melimpah di Kabupaten Merauke. Namun, belum banyak dimanfaatkan karena rasa sedikit masam yang di milikinya saat matang. Padahal, kandungan gula sederhana pada daging buah pisang berpotensi untuk dapat digunakan dalam pembuatan bioetanol. Buah pisang akan mengalami perubahan pati menjadi gula sederhana (glukosa) selama tahap pematangan. Salah satu indikator penentuan kematangan buah adalah dengan melihat indeks warna kematangan kulit buah. Dalam pembuatan bioetanol proses fermentasi akan menghasilkan cairan yang selanjutnya dimurnikan menjadi etanol melalui proses destilasi dan limbah padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari indeks warna kematangan buah pisang dewaka dan lama waktu fermentasi terhadap cairan hasil fermentasi dan limbah padat yang diperoleh dari fermentasi substrat buah pisang dewaka dengan indeks warna kematangan 3, 5, dan 7 pada lama waktu fermentasi 24, 30, dan 36 jam. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kombinasi terbaik diperoleh dari indeks warna kematangan 7 pada lama waktu fermentasi 24 jam dengan hasil cairan hasil fermentasi sebanyak 1,45 liter dan limbah padat sebanyak 0,35 kg.
Cite
CITATION STYLE
Pamungkas, W. A. (2021). The Effect Of Dewaka Banana Ripeness Color Index And Fermentation Time On Fermentation Liquid And Solid Waste In Bioethanol Production. Musamus AE Featuring Journal, 2(2), 74–81. https://doi.org/10.35724/maef-j.v2i2.3725
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.