Potensi Isokuersitrin Sebagai Agen Antihiperpigmentasi Secara In Silico Dengan Metode Molecular Docking

  • Ni Luh Ari Krisma Anjani
  • Ni Putu Linda Laksmiani
N/ACitations
Citations of this article
123Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Prevalensi hiperpigmentasi di Asia cukup tinggi, salah satunya di Indonesia. Iklim tropis Indonesia dan pajanan sinar matahari yang intens berdampak pada peningkatan kejadian hiperpigmentasi. Hiperpigmentasi merupakan peningkatan produksi melanin yang berakibat pada penggelapan warna kulit. Hiperpigmentasi ini cenderung mengganggu penampilan dan mengurangi kepercayaan diri sehingga mencerahkan warna kulit sering diupayakan banyak orang. Pengatasan terhadap hiperpigmentasi dapat dilakukan dengan menghambat proses sintesis melanin (agen antihiperpigmentasi). Salah satu enzim yang mengatur produksi melanin adalah D-dopachrome tautomerase. Isokuersitrin merupakan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan kuat. Hiperpigmentasi dapat dicegah dengan antioksidan melalui mekanisme penghambatan ROS (Reactive Oxygen Species). Isokuersitrin umumnya ditemukan dalam tanaman obat, buah-buahan, dan sayuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi isokuersitrin secara in silico sebagai agen antihiperpigmentasi terhadap D-dopachrome tautomerase melalui metode molecular docking. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah preparasi dan optimasi isokuersitrin menggunakan Hyperchem 8, preparasi D-dopachrome tautomerase menggunakan Chimera 1.11.1, validasi metode dan docking menggunakan AutoDockTools 1.5.6. Metode molecular docking telah dinyatakan valid karena RMSD yang diperoleh sebesar 0,12 Å (tidak lebih dari 3 Å). Energi ikatan menggambarkan afinitas senyawa uji terhadap protein target. Berdasarkan hasil penelitian, energi ikatan isokuersitrin dengan D-dopachrome tautomerase sebesar -7,66 kkal/mol sedangkan native ligand energi ikatannya sebesar -6,48 kkal/mol. Hal tersebut menunjukkan nilai energi ikatan senyawa isokuersitrin lebih rendah dibandingkan dengan native ligand, sehingga secara in silico isokuersitrin berpotensi dikembangkan sebagai antihiperpigmentasi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ni Luh Ari Krisma Anjani, & Ni Putu Linda Laksmiani. (2023). Potensi Isokuersitrin Sebagai Agen Antihiperpigmentasi Secara In Silico Dengan Metode Molecular Docking. Prosiding Workshop Dan Seminar Nasional Farmasi, 1, 171–181. https://doi.org/10.24843/wsnf.2022.v01.i01.p14

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free