Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Tingkat Kesegaran Jasmani dan Kesehatan Mental dengan Prestasi Belajar Pendidikan Jasmani (Penjas). Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa Kelas V SDN Banjaransari sebanyak 40 orang yang berusia 10-12 tahun sehingga teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Metode pengambilan data menggunakan metode survey dengan teknik tes dan pengukuran, sedangkan instrumen yang digunakan adalah tes kesegaran jasmani dengan panduan dari(TKJI) Tes Kesegaran Jasmani Indonesia oleh Pusat Kesegaran Jasmani dan Rekreasi, 1999. Untuk kategori umur 10-12 tahun yang terdiri dari 5 item tes yaitu: Lari sprint 40 meter, loncat tegak, bergantung siku tekuk, baring duduk, dan lari sedang 600 m, tes angket kesehatan mental, dan hasil nilai prestasi belajar pendidikan jasmani. Data dari hasil tes dan pengukuran diolah dengan metode analisis regresi ganda (Multi Korelasi), yaitu Tingkat Kesegaran Jasmani (x1) dan Kesehatan Mental (x2) dan sebagai variabel terikatnya (Y) Prestasi Belajar Penjas. Hasil yang diharapakan dapat menjelaskan pentingnya bagi guru penjas untuk dapat memperhatikan siswa guna peningkatan prestasi belajar melalui pemberian materi pelajaran pendidikan jasmani dengan memperhatikan kesegaran jasmani, banyak menggunakan permainan kelompok untuk menanamkan jiwa sosial, sportifitas, dan kepercayaan diri pribadi siswa.
Cite
CITATION STYLE
Indrayogi, I. (2020). KORELASI ANTARA TINGKAT KESEGARAN JASMANI (PHYSICAL FITNESS) DAN KESEHATAN MENTAL (MENTAL HYGIENE) DENGAN PRESTASI BELAJARPENDIDIKAN JASMANI SISWA SEKOLAH DASAR. JOURNAL RESPECS, 2(1), 7. https://doi.org/10.31949/jr.v2i1.2008
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.