Pengaruh Dosis Kompos dan Frekuensi Penyiraman pada Pertumbuhan Bibit Sengon Laut (Paraserianthes falcataria L.)

  • Tefa P
  • Taolin R
  • Lelang M
N/ACitations
Citations of this article
39Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis kompos dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan bibit sengon laut serta mengetahui dosis kompos dan frekuensi penyiraman yang tepat untuk pertumbuhan bibit sengon laut yang optimum. Penelitian mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah dosis kompos yang terdiri dari tiga aras yaitu kontrol atau 0 g per polybag, 30 g per polybag dan 40 g per polybag. Faktor kedua adalah frekuensi penyiraman yang terdiri dari tiga aras yaitu dua kali sehari, satu kali sehari dan dua hari sekali. Hasil penelitian menunjukan tidak terjadi pengaruh interaksi antara dosis kompos dan frekuensi penyiraman terhadap semua parameter. Dosis kompos berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman setiap waktu pengamatan, diameter batang setiap waktu pengamatan, berat segar bibit dan berat kering bibit. Frekuensi penyiraman berpengaruh nyata terhadap suhu tanah 60 HSS dan 90 HSS, tinggi tanaman 30 HSS, diameter batang 30 HSS dan 60 HSS. Dosis kompos 30 g per polybag adalah dosis optimum bagi pertumbuhan bibit sengon sedangkan penyiraman dua kali sehari adalah frekuensi penyiraman yang tepat bagi bibit sengon. ©2016 dipubikasikan oleh Savana Cendana.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tefa, P., Taolin, R. I. C. O., & Lelang, M. A. (2016). Pengaruh Dosis Kompos dan Frekuensi Penyiraman pada Pertumbuhan Bibit Sengon Laut (Paraserianthes falcataria L.). Savana Cendana, 1(01), 13–16. https://doi.org/10.32938/sc.v1i01.3

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free