Abstract
Beras ketan hitam merupakan komoditas potensial di Desa Latellang, namun potensi ini kurang diberdayakan sebab tidak adanya penyuluhan atau kegiatan pengabdian lainnya dalam mengolah beras ketan hitam, sehingga masyarakat terutama mitra yaitu Kelompok Tani Maddaung kurang memanfaatkan secara maksimal beras ketan hitam serta hanya mengolahnya menjadi makanan yang disajikan pada saat tertentu saja. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi beras ketan hitam melalui diversifikasi produk olahan beras ketan hitam menjadi kopi dan teh. Produk ini belum pernah ada maupun diintroduksi oleh penyuluh maupun replikasi inovasi produk lainnya khususnya di Kabupaten Bone. Pemberdayaan masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Hasil pelaksanaan program diperoleh mitra mampu mengetahui informasi manfaat pengolahan beras ketan hitam dan memiliki keterampilan dalam melakukan diversifikasi produk menjadi teh, dan kopi. Selain itu, mitra juga telah mampu mengolah keuangan secara sederhana dan mampu memasarkan produk melalui marketplace dengan peningkatan produktivitas sebesar 98%. Dampak pengabdian ini dapat mewujudkan sustainable development goals yaitu desa sehat dan sejahtera.Black glutinous rice is a potential commodity in Latellang Village. However, this potential is not empowered because there is no counseling or other service activities in processing black glutinous rice. The community, especially partners, namely the Maddaung Farmer Group, do not take full advantage of black glutinous rice and only process it into delicious snacks and served at certain times. Therefore, this community service aims to maximize the potential of black glutinous rice by diversifying processed black glutinous rice products into coffee and tea. This product has never existed or been introduced by extension workers or replicated other product innovations, especially in Bone Regency. Community empowerment through this community service program is carried out through three main stages: counseling, training, and mentoring. The results of the program implementation are that partners can find out information on the benefits of processing black glutinous rice and have skills in diversifying products into tea and coffee. In addition, partners have also been able to process finances and market products through the marketplace with an increase in productivity of 98%. The impact of this service can realize sustainable development goals, namely healthy and prosperous villages.
Cite
CITATION STYLE
Asfar, A. M. I. T., Nur, S., Asfar, A. M. I. A., Asfar, A. H., Nurannisa, A., & Sudartik, E. (2022). Pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan teh dan kopi beras khas Ketan Hitam di Desa Latellang Kabupaten Bone. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3(2), 255–266. https://doi.org/10.29408/ab.v3i2.6548
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.