Perdarahan Postpartum et Causa Atonia Uteri: Literature Review

  • Ardianti F
  • Sari R
  • Utama W
N/ACitations
Citations of this article
160Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perdarahan postpartum diartikan sebagai kehilangan darah lebih dari 1000 ml dengan gejala hipovolemia dalam waktu 24 jam setelah persalinan yang paling sering diakibatkan oleh atonia uteri (kontraksi miometrium yang tidak adekuat). Perdarahan postpartum et causa atonia uteri dapat disebabkan oleh faktor risiko, seperti hipertensi, DM, obesitas, ras, nuliparitas maupun multiparitas, kehamilan jarak dekat, kehamilan ganda, makrosomia, polihidramnion, partus lama dansesar, anestesi, kelainan plasenta, storage pool disorder, dan trauma. Perdarahan postpartum terjadi akibat tonus uteri yang kontraksinya tidak adekuat sehingga tidak dapat menekan arteri spiralis dan perdarahan. Diagnosis dilihat dari adanyaperdarahan >500 ml pada persalinan pervaginan atau >1000ml pada persalinan sesar, palpasi uterus, pemeriksaan bimanual, dan USG yang menunjukkan uterus lembek dan membesar. Tatalaksana dapat dilakukan dengan masase uterusdan pemberian oksitosin pada kala III, jika tidak tertangani, dapat dilakukan tamponade, resusitasi IV, maupun pembedahan. Perdarah postpartum et causa atonia uteri merupakan komplikasi pascapersalinan yang umum terjadi.Komplikasi ini dapat dideteksi dini dengan ANC dan dikurangi mortalitasnya dengan penanganan yang tepat.  Kata Kunci: Atonia uteri,  Diagnosis, Faktor Risiko, Perdarahan postpartum, Tatalaksana.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ardianti, F. K., Sari, R. D. P., & Utama, W. T. (2023). Perdarahan Postpartum et Causa Atonia Uteri: Literature Review. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung, 7(2), 128–132. https://doi.org/10.23960/jkunila.v7i2.pp128-132

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free