Abstract
Talas merupakan pangan yang mengandung karbohidrat tinggi yaitu 70-80% namun kurang termanfaatkan. Salah satu produk olahan yang bisa menggunakan talas sebagai bahan baku yaitu bubur instan. Kandungan karbohidrat yang tinggi pada talas sangat cocok untuk dijadikan sebagai sumber energi. Talas mengandung komponen gizi seperti protein, vitamin, dan gizi lain yang sangat sedikit sehingga perlu dilakukan penambahan dari bahan lain untuk menghasilkan produk olahan yang bergizi. Penambahan sumber protein dapat dilakukan dengan menambahkan tepung ikan cakalang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan yaitu tepung talas yang ditambahkan dengan tepung ikan cakalang. Perlakuan terdiri dari tepung talas 100 g (kontrol), 90 g tepung talas dan 10 g tepung ikan cakalang, 80 g tepung talas dan 20 g tepung ikan cakalang, 70 g tepung talas dan 30 g tepung ikan cakalang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan menggunakan 70 g tepung talas dan 30 g tepung ikan cakalang adalah perlakuan terbaik dengan komposisi gizi yaitu kadar air 11,53%, kadar protein 3,79%, kadar lemak 2,30%, kadar abu 5,64%, kadar serat kasar 1,49%, kadar karbohidrat 44,43%. Perlakuan menggunakan 70 g tepung talas dan 30 g tepung ikan cakalang disukai oleh panelis dari segi rasa, warna, aroma, dan tekstur.
Cite
CITATION STYLE
Yulianti, Y. (2018). PENAMBAHAN TEPUNG IKAN CAKALANG SEBAGAI SUMBER PROTEIN PADA PEMBUATAN BUBUR TALAS INSTAN. JURNAL GALUNG TROPIKA, 7(3), 169. https://doi.org/10.31850/jgt.v7i3.394
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.