Abstract
Editorial sebagai ruang opini bagi media berusaha untuk memengaruhi pembacanya, baik melalui struktur anatomi editorial maupun penggunaan bahasa. Salah satu aspek bahasa adalah penggunaan metafora. Artikel ini melaporkan hasil penelitian tentang bagaimana kekuatan retorik metafora dalam struktur anatomi editorial. Konsep dan teori yang digunakan ialah tentang metafora sebagai pemikiran, struktur editorial, dan tindakan persuasif retorika, yaitu logos, ethos, dan pathos. Metode yang digunakan untuk menemukan makna retorik metafora ialah Metaphor Identification Procedure (MIP) yang dikemukakan Pragglejaz Group. Editorial yang diteliti adalah editorial surat kabar Republika dan Media Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua isu besar yang menggunakan metafora, yaitu isu kabinet baru dan isu korupsi. Metafora digunakan pada anatomi editorial attention, conviction, dan direction, tetapi tidak menyeluruh. Metafora menjadi kekuatan retorik sebagai bagian dari logos dan phatos. Metafora yang digunakan dalam isu kabinet baru memberikan peringatan dan tuntutan pada presiden terpilih tentang kabinet yang disusun. Metafora yang digunakan dalam isu korupsi membangun gambaran dan pemikiran bahwa parlemen yang ada tidak memiliki legitimasi sebagai wakil rakyat. Secara teoritis, penelitian ini menemukan retorika ganda (double retoric) metafora dengan struktur anatomi editorial yang memperkuat dimensi persuasif retorika pada unsur logos dan phatos.
Cite
CITATION STYLE
Syas, M., & Rusadi, U. (2021). Metafora sebagai Kekuatan Retorik dalam Editorial Media Massa. Jurnal Studi Komunikasi Dan Media, 25(1), 31. https://doi.org/10.31445/jskm.2021.3663
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.