Abstract
Industri penerbitan buku harus tetap eksis di era globalisasi untuk mewadahi hasil karya para penulis, dan tetap memberikan royalti yang pantas. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menjelaskan bagaimana system royali pada perjanjian penerbitan buku di Penerbit Insan Madani Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi lapangan, dan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerbit Insan Madani menerapkan dua konsep pemberian royalti kepada penulis buku. Pertama, adalah sistem 10% dari harga jual dipotong pajak 15% dimana royalti dibayarkan dua kali dalam setahun, dan kedua dengan sistem beli putus dimana sebuah naskah akan dibayar langsung ke penulis begitu bukunya diterbitkan. Pemberian royalti sudah sesuai dengan strandar umumnya yaitu 10% dari harga buku setelah dipotong pajak 15%. Permasalahan dalam perjanjian penerbitan buku dan royalti adalah apabila buku tidak laku dipasaran atau dijual dengan harga dibawah standar maka diperlukan perjanjian ulang.
Cite
CITATION STYLE
Rifauddin, M. (2019). Proses Penerbitan Buku dan Kebijakan Pemberian Royalti kepada Penulis di Penerbit Insan Madani Yogyakarta. Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi Dan Kearsipan, 4(2), 79. https://doi.org/10.14710/lenpust.v4i2.18867
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.