Evaluasi Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Melalui Pemeriksaan Gula Darah, Asam Urat, Dan Kolesterol

  • Tamalsir D
  • De Lima F
  • Abbas M
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia, dengan faktor risiko seperti pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta kelebihan berat badan dan obesitas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi faktor risiko PTM melalui pemeriksaan kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol total di Negeri Leahari, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan teknik convenience sampling, melibatkan 138 partisipan yang hadir secara sukarela. Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, asam urat, dan kolesterol total dilakukan menggunakan alat AutoCheck, sedangkan data pola makan, aktivitas fisik, dan indeks masa tubuh dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukan 30% partisipan memiliki kadar gula darah ≥200 mg/dL, 22% mengalami hiperurisemia, dan 26% memiliki kadar kolesterol total ≥200 mg/dL. Faktor utama yang berkontribusi adalah pola makan tidak seimbang (58%), rendahnya aktivitas fisik (52%), serta tingginya angka kelebihan berat badan dan obesitas (38%). Analisis menunjukan hubungan signifikan antara aktivitas fisik rendah dengan kadar asam urat tinggi (p=0,04), sementara hubungan pola makan dengan kadar kolesterol dan gula darah menunjukan kecenderungan peningkatan, meskipun tidak signifikan secara statistik (p>0,05). Prevalensi faktor risiko PTM di Negeri Leahari cukup tinggi, sehingga diperlukan edukasi pola makan sehat, promosi aktivitas fisik yang cukup, serta pemantauan rutin kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol untuk menekan risiko komplikasi lebih lanjut.Non-communicable diseases (NCDs) are the leading causes of morbidity and mortality in Indonesia, with risk factors such as unhealthy diet, physical inactivity, and overweight or obesity. This study aimed to evaluate NCD risk factors through blood glucose, uric acid, and total cholesterol measurements in Negeri Leahari, Leitimur Selatan District, Ambon City. A cross-sectional design was used with a convenience sampling technique, involving 138 voluntarily participating individuals. Blood glucose, uric acid, and total cholesterol levels were measured using an AutoCheck device, while data on diet, physical activity, and body mass index were collected through questionnaires. The results showed that 30% of participants had blood glucose levels ≥200 mg/dL, 22% had hyperuricemia, and 26% had total cholesterol levels ≥200 mg/dL. The main contributing factors were unhealthy diet (58%), low physical activity (52%), and a high prevalence of overweight and obesity (38%). Analysis showed a significant relationship between low physical activity and high uric acid levels (p = 0.04), while the relationship between diet and cholesterol and blood glucose levels showed a tendency toward increase, although not statistically significant (p > 0.05). The prevalence of NCD risk factors in Negeri Leahari is relatively high, highlighting the need for education on healthy eating, promotion of adequate physical activity, and routine monitoring of blood glucose, uric acid, and cholesterol levels to reduce the risk of further complications.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tamalsir, D., De Lima, F. V. I., Abbas, M., Mus, R., Latuperissa, G. R., & Nurlina, W. O. (2026). Evaluasi Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Melalui Pemeriksaan Gula Darah, Asam Urat, Dan Kolesterol. Lontara Journal of Health Science and Technology, 7(1), 80–90. https://doi.org/10.53861/lontarariset.v7i1.615

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free