PREFERENSI PETANI TERHADAP VARIETAS TEBU (Studi Kasus di PT. Perkebunan Nusantara X)

  • Zainuddin A
  • Wibowo R
N/ACitations
Citations of this article
45Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Permasalahan dari segi perbibitan yang menyebabkan rendahnya efisiensi industri gula nasional adalah tidak seimbangnya komposisi varietas-varietas tebu yang ditanam yaitu antara varietas masak awal, masak tengah dan masak akhir sehingga rendemen tidak optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis preferensi petani terhadap atribut bibit/varietas tebu. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja PTPN X. Sampel diambil secara purposive dengan memilih 45 orang responden petani tebu. Preferensi petani dianalisi dengan menggunakan pendekatan multiatribut Fishbein. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat 10 atribut yang dianggap paling penting bagi petani dalam menentukan pemilihan varietas bibit tebu. Selain itu, sikap responden petani berbeda-beda terhadap ketiga jenis varietas tebu. Petani tebu cenderung lebih menyukai varietas masak akhir dibandingkan masak awal dan akhir. Petani juga lebih menyukai tebu varietas masak awal dibandingkan dengan varietas masak akhir. Hal ini dikarenakan varietas masak akhir diyakin oleh petani memiliki potensi produktivitas dan rendemen yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas masak awal atau tengah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Zainuddin, A., & Wibowo, R. (2019). PREFERENSI PETANI TERHADAP VARIETAS TEBU (Studi Kasus di PT. Perkebunan Nusantara X). JURNAL PANGAN, 28(1), 45–56. https://doi.org/10.33964/jp.v28i1.409

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free