Abstract
ABSTRAK Agama monoteis (termasuk Islam) sering dituduh sebagai pendukung utama nalar antroposentrisme yang tidak ramah terhadap lingkungan. Hal ini dikarenakan agama monoteis memberikan keistimewaan kepada manusia sebagai khalifah yang memiliki kedudukan lebih tinggi daripada makhluk lain di alam ini. Agama monoteis bahkan menyatakan bahwa alam diciptakan sebagai daya dukung kehidupan manusia sehingga menginspirasi manusia untuk mengeksploitasi alam. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan konsep kepedulian lingkungan dari sumber ajaran agama Islam. Dengan menggunakan metode analisis tematik-kontekstual, ini menganalisis ayat-ayat al-Quran dengan cara mengumpulkan ayat-ayat al-Qur’an secara tematis terkait relasi kosmis antara manusia dengan alam lingkungannya, dan kemudian dirumuskan pandangan- pandangan etis Islam tentang lingkungan hidup (ecosophy Islam) sebagai basis etika lingkungan. Hasil kajian ini membantah tuduhan dan stigmatisasi agama sebagai pendukung etika antroposentrisme, dan sekaligus melengkapi pendekatan pengelolaan lingkungan yang telah dikenal dalam studi ilmu lingkungan, yakni pendekatan atur dan awasi, pendekatan ekonomi lingkungan, dan terutama pendekatan atur diri sendiri (voluntary). Kata kunci: Antroposentrisme; Kerusakan Lingkungan; Ecosophy Islam. 237
Cite
CITATION STYLE
Rusmadi, R. (2016). ECOSOPHY ISLAM: STUDI TEMATIS-KONTEKSTUAL NILAI-NILAI ETIKA LINGKUNGAN DALAM ISLAM. SMART, 2(2), 237. https://doi.org/10.18784/smart.v2i2.391
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.